Pernah nggak memperhatikan, ada karyawan, tingkat pendidikan sama, masuk di departemen yang sama, masuk di saat bersamaan, dan ditempatkan pada posisi setara. Tapi seiring berjalannya waktu, hasil yang dicapai keduanya jauh berbeda. Dalam hitungan sekian tahun, yang satu masih adem ayem...di posisi saat dia diterima dulu (yaaa...mungkin dengan kenaikan gaji setahun sekali, general increase thok), tapi yang satunya...karirnya melesat cepat...berpindah ke divisi bergengsi, dengan level beberapa tingkat diatas saat dia pertama diterima dulu, dan otomatis gaji dan fasilitaspun jauuuhh berbeda dengan teman seperjuangannya dulu.Coba perhatikan, kenapa bisa begitu?
Ternyata, yang satu orang tadi, yang posisinya "stabil", dia tiap hari hanya melakukan job rutinnya. Yang penting pagi berangkat kerja, tugasnya selesai, pulang, tgl 25 gajian. Cukup. Hehehehe. Nha yang satu lagi. Dia ini enggak puas hanya kerja yang begitu-begitu saja. Otaknya muterrrr terus. Nyari ide-ide segar, buat mempermudah pekerjaannya, melakukan gebrakan luar biasa dengan inovasinya dan kebetulan Bos sangat berkenan, dan akhirnya membawanya ke posisi yang saat ini dinikmatinya. Itu buah kerja kerasnya. Dia nggak mau jadi karyawan biasa. Dia maunya berbeda, dia ingin terlihat jelas (baca=menonjol) di HR Road Map perusahaannya. Dia sadar betul punya kemampuan, dan bisa menggunakannya dengan baik. Well....
Ada lagi contoh. Sama-sama jualan ayam goreng. Ala kentucky. Sama-sama mahasiswa kampus dekat kantorku sini. Sama-sama diawali dengan sebuah gerobak ayam goreng yang biasa ada di pinggir jalan itu. Setelah beberapa bulan berjalan....apa yang terjadi?
Penjual yang satu....dia masih tetap jualan di pinggir jalan, karena dia hanya mengandalkan orang datang ke gerobaknya, membeli, dan berharap mereka datang kembali lain kali. Tapi yang satu lagi, selain jualan di gerobak, dia gigih membuat flyer, di tempel di warung-warung makan sekitar perkantoran, disebar ke perempatan-2 jalan. Memberikan layanan delivery juga, dan merasa perlu untuk membuat kemasan khusus untuk ayam gorengnya.
Sekarang, dia berhasil menyewa sepetak ruko di dekat kampus, di desain sedemikian rupa dengan warna menarik perhatian. Hanya ayam goreng biasa, tapi disajikan dengan cantik, dan pelayanan yang "tertata", membuat pembeli merasa nyaman. Promo dari mulut ke mulut pun terjadi begitu saja seiring dengan konsep bisnisnya. Berawal dari gerobak yang sama....hasilnya berbeda.
Begitu juga dengan berbisnis networking. Kalo mau berhasil...harus tekun, konsisten. Ada yang bilang gini pas aku tawarin,
Oh...iya tau, aku udah pernah member, tapi sekian lama, enggak dapet apa-apa tuh. Males jadinya. Lah....emang sudah ngapain aja? Sudah menjalankan sistemnya belom? Haloooo....namanya usaha, apapun itu, kalo mau berhasil ya kudu serius jalaninnya.....:D
Ada yang join, menggebu-gebu, tapi setelah itu, bingung mau ngapain. Nggak paham, tapi nggak mau nanya caranya. Disapa upline, yg ogah-ogahan jawab. Diajak dateng ke training...adaaaa saja alesannya. Hmmmm....
Nyatanya....ya...ada...banyak tuh yang berhasil. Coba lihat apa saja yang mereka lakukan. Tiap hari...promo di internet, nggak cuman satu loh...bisa puluhan. Yang di gratisan, yang di berbayar, di FB. Tiap hari update status FB dengan kata-kata positif, jauh-jauh dari status mengeluh. rajin menyapa teman-teman lamanya....sambil menawarkan bisnis tercinta ini. Cuek saja kalo ditolak ato dikatain apa. Business must go on. Bodo amat omongan orang. Wong ngajaknya untuk nyari uang kok, bagus kan? Kalo mau...syukur alhamdulillah, kalo enggak ya sudah, gapapa. Kata sakit hati sudah di rimuv dari kamusnya.
Tiap minggu bikin meeting dengan jaringan, set target, core team, presentasi, demo, nggak merasa berat tiap hari bawa-bawa katalog. Nah....
Jangan iri kalo mereka cepat melesat level dan bonusnya.
So....kalo mau hasil yang enggak biasa, lakukanlah hal yang enggak biasa. Do something different. Sukses itu pilihan. Semua terserah kita kok, atas ijin Allah tentunya. Tinggal kita mau apa tidak....;-)




